Social Icons

Rabu, 11 Desember 2013

Pelapisan Sosial dan Persamaan Derajat

KATA PENGANTAR
Pertama-tama kita panjatkan puji beserta syukur kehadirat Allah SWT.Atas rahmat dan hidayahnya,kita semua masih diberikan nikmat yang begitu besar yaitu nikmat iman dan islam. Selain itu kami ucapkan terima kasih kepada semua yang telah membimbimbing dalam pembuatan makalah ini. Serta kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Dalam penulisan ini kami mencoba menyampaikan materi tentang “Pemuda dan Sosialisasi”.Salah satu yang perlu kita ketahui bahwa pemuda adalah generasi penerus bsangsa, dimana peranan pemuda dalam hal ini sangat besar sekali sehingga maju mundurnya suatu bangsa tergantung pada pemikiran pemuda itu sendiri.
Untuk itu kami selaku penulis akan sedikit menyampaikan beberapa hal tentang pemuda dan sosialisasi, agar pemuda bias sedikit memahami akan pentingnya peranan dalam segala aspek memajukan bangsa dan negara.
Harapan kami selaku penulis, semoga dengan adanya makalah ini bias memberikan sedikit jawaban terutama kami mengharapkan kritik serta saran dalam penulisan ini karena kami sadar bahwa dalam penulisan ini banyak sekali kekurangan dalam penulisan makalah ini, sehingga kritik dan saran dari pembaca sangat besar sekali peranannya

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................  i
DAFTAR ISI....................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................1
1.1  Latar Belakang Masalah.....................................................1
1.2  Maksud Dan Tujuan...........................................................1
1.3  Rumusan Masalah.............................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................. 3
Pemuda Dan Sosialisasi.......................................................................2
A.     Pengertian Pemuda............................................................ 3
B.     Peranan Pemuda Dalam Masyarakat................................... 3
C.     Pengertian Pelapisan Sosial................................................ 5
D.    Persamaan Derajat.............................................................. 6
E.     Pertentangan Sosial..............................................................7
KESIMPULAN..................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA........................................................................10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
pemuda adalah sosok individu produktif dan mempunyai karakter yang khas  seperti revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas, dan sebagainya.
Namun, pemuda juga memiliki kelemahan yang mecolok yaitu kontrol diri dalam artian mudah emosional, sedangkan kelebihan pemuda yang paling menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.
Masalah-masalah pemuda yang dialami ini adalah bentuk pendewasaan seseorang serta penyesuaian diri suatu individu terhadap lingkungan sosial yang dihadapinya. Pemuda akan mengalami proses sosial yang dimulai dari lingkungan keluarga berlanjut ke lingkungan sekolah atau pelajar hingga pemuda nantinya akan menjalani kehidupan bermasyarakat. Proses sosial tersebut disebut juga dengan sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.
1.2         Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengertian pemuda dan pengertian sosialisasi dan internalisasi pemuda serta peranan sosial pemuda itu sendiri.

1.3         Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini seperti:
  1. Bagaimana pengertian pemuda
  2. Bagaimana peranan  pemuda di masyarakat
  3. Bagaimana pengertian sosialisasi
  4. Bagaimana gambaran sosialisasi pemuda

BAB II
PEMBAHASAN
Pemuda dan Sosisalisai
A.    Pengertian Pemuda
Pemuda dan remaja didefenisikan secara berbeda. Pemuda sering disebut generasi muda. Istilah ini merupakan istilah demografis dan sosiologis dalam konteks tertentu. Dalam beberapa Literatur dikemukakan bahwa pemuda ialah kelompok manusia yang berusia antara 10 – 24 , 15 – 30 dan 15 – 35 serta yang secara fisikologis mempunyai jiwa muda dan mempunyai identitas kepamudaan.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pemuda adalah mereka yang berumur 10 – 35 tahun atau lebih, dengan catatan mereka, yang lebih dari umur 35 tahun secara psikologis mempunyai jiwa kepemudaan.
Adapun remaja adalah generasi yang berumur 15 tahun sampai 20 tahun. Apabila mereka masih bersekolah, batasannya adalah mereka yang belajar di tingkat SLTP, SLTA, dan tahun – tahun awal memasuki Perguruan Tinggi.
B.     Peranan Pemuda Dalam Masyarakat
Orang boleh berbeda dalam menatap, menilai, dan menakar kondisi pemuda hari ini. Akan tetapi, suatu hal yang pasti, goresan Sejarah Negeri ini secara jujur mencatat keterlibatan Pemuda yang sangat intensif untuk Masyarakatnya. Terlalu banyak cerita heroik yang dapat dikliping dari perjalanan kepemudaan kita. Terlalu panjang catatan untuk kembali dibuka hari ini, meskipun bukan berarti tanpa makna untuk membukanya kembali.
Kita boleh bangga dengan apa yang disumbangkan oleh kaum muda pada masanya masing – masing. Mereka adalah Pahlawan. Itu harus diakui. Kita bahkan tak pantas mempersoalkan adigium Politik “Bangsa Yang Besar Adalah Yang Menghormati Pahlawannya”. Tapi dalam konteks kepemudaan akan lebih kena dan lebih definitif kalau dikatakan “ Pemuda Yang Besar Adalah Pemuda Yang Pintar Bercermin Sejarah”.
Ada beberapa peran yang bisa dilakukan oleh kaum muda di Indonesia dengan melihat sejarah pergerakan mereka, yakni berperan memberi semangat kepeloporan. Semangat ini adalah “Virus Psisikologi sebagai energi dan daya dorong bagi pembaruan.
Dengan berperan sebagai pelopor dan semangat ke-peloporan sesuai dengan bangunan psikologis yang kritis, skeptis, kaum muda senantiasa berjalan digarda depan untuk mengambil prakarsa bagi perubahan dan pembaruan menuju masyarakat yang lebih segar , yakni masyarakat yang dapat menempatkan manusia sebagai subjek yang bebas untuk mengaktualisasikan potensi diri dan kemanusiaannya secara maksimal dan bukan masyarakat yang dibelenggu oleh struktur yang menindas dan dominatif. Bukan pula masyarakat yang dinamikanya berjalan dengan memenjarakan nilai – nilai kemanusiaan.
Semangat kepeloporan yang disentuhkan dengan problem – problem real yang diadaptasi masyarakat hari ini akan melahirkan kesaran sosial baru. Dikatakan baru, lantaran ia dalah produk dari gerak adaptif dan akomodatif atas pergeseran dinamika lingkungan berikut probem – problem yang mengiringinya.
C.     Pengertian Pelapisan Sosial
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah dalam masyarakat.
            Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.            
Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.
Masyarakat terbentuk dari individu – individu. Individu – individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat Heterogen yang terdiri dari kelompok – kelompok Sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial itu maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata.
D.    Persamaan Derajat 
            Dalam islam, semua yang namanya manusia adalah sama. Yang pernah lahir, pasti merasakan mati. Tidak ada satu-pun yang memiliki posisi lebih tinggi dari yang lainnya.
Kalau kita melihat aturan di atas, maka persamaan derajat dalam islam adalah yang paling adil. Semua dipandang sama. Tak ada yang berbeda. Apakah dia orang Eropa, Asia, Amerika, atau Africa.Semua hanya boleh bertindak sesuai posisinya sebagai manusia. Ketentuan inilah yang menyebabkan perjuangan kemerdekaan indonesia selalu dimotori oleh orang-orang alim ( ulama ). Ketentuan ini pulalah yang menyebabkan muncul usulan dari Dr. Snouck Hurgronje untuk mengatasi masalah Aceh. Sedangkan untuk kawasan dunia international, di saat ketentuan ini mulai melemah, maka saat itu mulailah dunia memasuki era imperialisme. Mulai dibentuklah suatu kondisi yang mengacu pada suatu arah : bangsa kulit putih, lebih baik dari bangsa lain.
E.     Pertentangan Sosial
Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan ciri-ciri dari situasi konflik yaitu :
  1. Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat di dalam  konflik.
  2. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
3.      Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan - 
perbedaan tersebut.
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang paling kecil yaitu individu, sampai kepada lingkungan yang luas yaitu masyarakat:
  1. Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi-emosi dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang
2.      Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma, motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
  1. para taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan di antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai an norma-norma kelompok yang bersangkutan berbeda.Perbedan-perbedaan dalam nilai, tujuan dan norma serta minat, disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber sosio-ekonomis didalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang aa dalam kebudayaan-kebudayaan lain.
BAB III
KESIMPULAN

Pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Negara bangsa dan agama. Selain itu pemuda/mahasiswa mempunyai peran sebagai pendekar intelektual dan sebagai pendekar social yaitu bahwa para pemuda selain mempunyai ide-ide atau gagasan yang perlu dikembangkan selain itu juga berperan sebagai perubah Negara dan bangsa ini. Oleh siapa lagi kalau bukan oleh generasi selanjutnya maka dari itu para pemuda harus memnpunyai ilmu yang tinggi dengan cara sekolah atau dengan yang lainnya, dengan begitu bangsa ini akan maju aman dan sentosa.
 Jika dibandingkan dengan generasi sebelum dan generasi berikutnya, setiap generasi memiliki cirri-ciri khas corak atau watak pergerakan / perjuangan. Sehubungan dengan itu, sejak kebangkitan Nasional, di Indonesia pernah tumbuh dan berkembang tiga generasi yaitu generasi 20-an generasi 45 dan generasi 66, dengan masing-masing ciri khasnya.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, taufik, Pemuda dan Perubahan Social, LP3ES, Jakarta, 1974.
Bayo ala, Andre, Krisis Sosialisasi Politik, Majalah Mahasiswa, No. 32 Tahun VI, November 1982.
Chilcote, Ronald H, Theories of Comparative Politics, A Search for a Paradigm, Westview Press, Boulder Colorado, 1981.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates